Hi World,kali ini aku akan membahas tipe orang Indonesiayg bersifat negatif,dan tipe ini sering aku temui di berbagai kalangan masyarakat dan teman saya,dan ini adalah tipe penghambat negara ini mau maju!!,karena tipe orang Indonesia sukanya hal -hal yg lambat jadinya gak mau maju siih,di bawah ini aku akan menunjukan tipe tipe nya
1. Hipokrit alias Munafik:
Berpura-pura, lain di muka – lain di
belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia. Sifat ini
muncul karena sejak lama manusia Indonesia mengalami penindasan sehingga
dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang
sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya
dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana
bagi dirinya.
2. Segan dan Enggan Bertanggung Jawab:
Atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.
“Bukan saya", adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia
Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada
bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan
demikian seterusnya. Akan tetapi jika merupakan suatu keberhasilan, maka
mereka paling depan mengatakan, itu karena saya. .
3. Berjiwa Feodal:
Mereka yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan harus dihormati oleh yang
dikuasai, yang kecil dan tanpa kekuasaan harus mengabdi kepada yang
besar. Segala sesuatu yang berhubungan dengan yang berkuasa, juga harus
dihormati oleh mereka yang di bawahnya, isteri bawahan harus menghormat
isteri atasan, anak bawahan harus menomersatukan anak atasan, dan
seterusnya.
Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam
tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi
kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan
organisasi-organisasi isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan
bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar
pemilihan umum. Isteri komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua,
bukan berdasar kecakapan dan bakat leadership-nya, atau pengetahuan dan
pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya..
4. Masih Percaya Takhyul:
Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia
percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon,
patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib,
keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua.
Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin
lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita
memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan
naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah
simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita
merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan
kebahagiaan atau kesehatan kita..
5. Artistik:
Ciri ini
selalu memperlihatkan sesuatu yang indah, baik, bagus serta mempesonakan
untuk dipandang. Ciri ini bisa mampu menyimpan atau menyembunyikan
keadaan sebenarnya yang ada dalam hidupnya, jiwanya, kalbunya. Dia hidup
lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasan-perasaan
sensuilnya, Orang asing -turis mancanegara- paling senang menonton
nuansa artistik manusia Indonesia ini, karena memang dipertontonkan oleh
manusia Indonesia sendiri. Ciri ini mungkin datang dari sikap manusia
Indonesia yang ramah dan menyenangkan orang lain, sehingga tidak mau
siapa pun melihat hal-hal jelek, tidak baik, dan buruk dari dalam diri
mereka. .
6. Watak yang Lemah:
Foto ribuan cewek anak
buah Ratu Prostitusi Yunita Keyko. Keyko diduga sebagai mucikari besar
dengan 'ayam' atau gadis mencapai 2.600 orang.
Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan
atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan
demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat
melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia
Indonesia..
7. Tidak Hemat, Dia Bukan “Economic Animal”:
Malahan manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu
penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau
yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang
berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri
manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah,
pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf,
singkatnya segala apa yang serba mahal.
8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa:
Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi
“miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau
dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar
sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat
cepat bisa menjadi kaya.
9. Manusia Indonesia Tukang Menggerutu.:
Tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam
rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan
dengan dia.
10. Cepat Cemburu dan Dengki.:
Cemburu dan
dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih maju dari dia.
Akibatnya mereka mudah untuk menjatuhkan orang lain dengan intrik,
fitnah, dan lain-lain.
11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok.:
Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus.
12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru atau Plagiat.:
Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang
mempesonakan kita. Banyak yang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian
lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.tukang tiru. Hal ini
mengakibatkan manusia Indonesia ’hampir-hampir’ kehilangan identitasnya
sebagai bangsa yang mempunyai ciri kebudayaan sendiri.
Di samping
itu, manusia Indonesia, juga mempunyai sifat bisa kejam, bisa meledak,
ngamuk, membunuh, membakar, khianat, menindas, memeras, menipu, mencuri,
korupsi, tidak peduli dengan nasib orang lain, dan lain-lain.
Semoga yang baca postingan ini tidak termasuk diantara sifat diatas....